Keberlanjutan

Pengantar

Astra Agro Lestari (’AAL’) menanggapi penatalayanan (stewardship) lingkungan dan sosial dengan sangat serius, dan selama bertahun-tahun kami melaporkan secara publik praktik-praktik keberlanjutan kami. Kami hanya mengembangkan lahan yang ditetapkan dan diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk digunakan sebagai perkebunan, kami senantiasa mematuhi undang-undang Indonesia, dan melibatkan berbagai badan sertifikasi untuk memastikan bahwa kami memenuhi standar yang disyaratkan.


AAL menyediakan fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan 35.000 karyawannya dan menjalin hubungan kuat dengan masyarakat setempat, senantiasa berupaya untuk menjunjung tinggi filosofi Grup Astra menjadi aset yang berharga bagi Republik Indonesia. AAL membina kerja sama strategis dengan sekitar 54.000 petani kelapa sawit setempat yang menjual hasil tanaman mereka kepada kami, sementara kami memberi pelatihan tentang cara meningkatkan produksi dan menjalankan praktik-praktik yang berkelanjutan.  Kami juga menyediakan program pendidikan dan kesehatan bagi komunitas kami.


Kelapa sawit adalah komoditi yang paling banyak digunakan dan dipakai di dunia dengan ragam aplikasi yang sangat luas, dan merupakan salah satu penyumbang utama pada perekonomian Indonesia. Pembudidayaan kelapa sawit memainkan peran penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia dan berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup para petani kecil di sebagian besar masyarakat pedesaan. AAL mengakui bahwa membudidayakan kelapa sawit secara bertanggung jawab merupakan kebutuhan vital, oleh sebab itu kami senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat, lingkungan hidup, dan profitabilitas keekonomian yang berkelanjutan.


Kebijakan Keberlanjutan

Bulan September 2015 AAL memublikasikan Kebijakan Keberlanjutan ('Kebijakan') yang telah dimutakhirkan dan mencerminkan komitmen Perusahaan yang bersinambungan untuk membudidayakan kelapa sawit secara bertanggung jawab. Kebijakan tersebut dirancang untuk menyeimbangkan kepentingan lingkungan, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomis yang menghasilkan laba.  Mengingat bahwa kelapa sawit memiliki peran signifikan dalam menunjang kemajuan sosial dan ekonomi yang berlangsung di Indonesia, dan dengan demikian menyumbang pada mata pencaharian sebagian besar masyarakat, makan Kebijakan AAL merupakan bukti nyata atas dukungannya pada perkembangan jangka panjang yang berkelanjutan dalam sektor ini.


Selama bertahun-tahun AAL melaksanakan praktik-praktik yang sehat dan efisien melalui pelestarian keanekaragaman hayati, tanah dan air, serta penurunan gas rumah kaca sambil menjaga kondisi yang aman dan stabil bagi karyawan kami dan masyarakat sekitarnya. Kebijakan baru AAL menjalankan praktik-praktik tersebut dengan tujuan untuk memajukan produksi kelapa yang bebas dari deforestasi, menghormati hak asasi manusia dan masyarakat serta menyampaikan nilai-nilai para pemegang saham.


Kebijakan tersebut berlaku segera bagi semua pembangunan perkebunan baru. AAL sedang dalam proses untuk menunjuk seorang konsultan teknis dan akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan kunci, termasuk lembaga Pemerintah dan industri serta LSM dan petani kecil untuk menjamin kelancaran implementasi Kebijakan tersebut. Secara khusus, AAL akan mempertahankan dukungannya yang berlangsung bagi masyarakat dengan penyediaan program kesehatan dan pendidikan bagi karyawan dan masyarakat di sekitar basis operasionalnya.  AAL juga akan melanjutkan bantuannya kepada petani kecil dan akan menyediakan pelatihan tentang cara meningkatkan produksi dan praktik-praktik berkelanjutan dalam kegiatan usaha kelapa sawit mereka.


Presiden Komisaris AAL dan Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, “Ini merupakan prakarsa signifikan bagi AAL yang menanggapi penatalayanan (stewardship) lingkungan dengan sangat serius, dan mendapat dukungan sepenuhnya dari Astra International dalam wawasan jangka panjang untuk menyumbang pada kemajuan bangsa dan keberlanjutan lingkungan.


Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)

Komitmen Perusahaan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik juga terwujud mengadopsi berbagai perjanjian, prinsip-prinsip, serta prakarsa dari luar yang diberlakukan secara nasional, dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).


Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP)

AAL mendukung  Indonesian Palm Oil Pledge (“IPOP”) atau Ikrar Minyak Sawit Indonesia, yang dirancang untuk memajukan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan. IPOP dibentuk bulan September 2014 dan mengedepankan kelapa sawit yang berkelanjutan yaitu bebas deforestasi, menghormati hak asasi manusia dan masyarakat serta menyampaikan nilai-nilai para pemegang saham. Menyusul publikasi Kebijakan Keberlanjutan, dalam waktu dekat AAL berminat untuk menjadi penandatangan Indonesian Palm Oil Pledge (“IPOP”).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI - Indonesian Palm Oil Producer Association)

Perusahaan juga secara aktif terlibat sebagai anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Melalui organisasi ini, Perusahaan secara aktif mengembangkan praktik baik dalam pembudidayaan kelapa sawit dan peningkatan implementasi tanggung jawab sosial. Direktur Lingkungan & Tanggung Jawab Sosial, Joko Supriyono, yang menjabat sebagai Sekretaris Jendral GAPKI.


Income Generating Activities (IGA)

Sebagai badan profesional, Perusahaan senantiasa independen secara kokoh dari segi kondisi politis. Kami tidak berafiliasi dengan kekuatan politik mana pun, dan tidak memberikan bantuan terkait dengan politik dalam bentuk apa pun. Perusahaan tidak pernah menerima bantuan keuangan dari Pemerintah atau bantuan dalam bentuk lain. Sebaliknya, Perusahaan selalu berupaya untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah, khususnya program yang terkait dengan peningkatan pendapatan masyarakat setempat, yang dikenal dengan Kegiatan Yang Menghasilkan Pendapatan (Income Generating Activities - IGA).


Hubungi Kami

Untuk pertanyaan terkait dengan praktik-praktik kami yang berkelanjutan, [hubungi kami.]