Laporan Direksi

Perseroan bertekad untuk terus meningkatkan produktivitas setiap karyawan melalui program otomasi dan mekanisasi yang dijalankan di semua lini. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga dijalankan secara konsisten melalui serangkaian program pelatihan teknis guna menjamin terlaksananya kegiatan usaha Perseroan dengan baik.


Para Pemegang Saham Yang Terhormat,

Sektor perkebunan kelapa sawit menghadapi tantangan yang cukup berat sepanjang tahun 2015. Fluktuasi harga, sebagai faktor yang tidak bisa dikendalikan, adalah salah satu risiko yang melekat pada sektor komoditas. Rata-rata harga minyak sawit atau CPO (Crude Palm Oil) dunia turun 24,2% dari USD 821 per MT pada tahun 2014 menjadi USD 622 per MT. Melemahnya harga CPO, seiring dengan turunnya harga berbagai komoditas lain seperti minyak mentah, batubara dan minyak nabati lainnya, merupakan dampak dari melemahnya pertumbuhan ekonomi global. Pada periode yang sama, harga jual rata-rata CPO Perseroan turun 15,8% dari Rp 8.282 per kilogram menjadi Rp 6.971 per kilogram. Sementara itu, harga jual rata-rata kernel turun 13,8% dari Rp 5.095 per kilogram menjadi Rp 4.393 per kilogram

Total Produksi TBS (Tandan Buah Segar) Perseroan sepanjang tahun 2015 mencapai 5,60 juta ton yang terdiri dari produksi perkebunan inti sebesar 4,20 juta ton dan perkebunan plasma sebesar 1,40 juta ton. Hasil produksi TBS secara keseluruhan naik sebesar 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,56 juta ton, terutama ditunjang oleh kenaikan produksi di area Sulawesi. Kenaikan produksi TBS ditengah musim yang cenderung kering di tahun 2015 menunjukkan bahwa program intensifikasi yang diimplementasikan oleh Perseroan sejak beberapa tahun lalu berjalan sesuai rencana. Pada saat yang sama, pembelian buah luar dari pihak ketiga juga meningkat sebesar 2,0% menjadi 2,45 juta ton. Kedua faktor inilah yang memberikan kontribusi terhadap produksi CPO sebesar 1,74 juta ton di tahun 2015.


Penurunan harga CPO dan kernel ini berdampak pada aspek keuangan Perseroan, dimana pada tahun 2015 Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 13,06 triliun atau turun 19,9% dibandingkan pendapatan periode sebelumnya. Disamping penurunan harga CPO, bunga pinjaman dan rugi selisih kurs yang bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah hutang Perseroan merupakan faktor utama yang memberikan tekanan terhadap laba bersih Perseroan yang turun sebesar 75,3% menjadi Rp 619 milyar.


Pengembangan Industri Hilir Sawit

Perseroan telah masuk ke dalam industri hilir sawit, ditandai dengan mulai beroperasinya pabrik pengolahan minyak sawit (refinery) di Mamuju Utara, Sulawesi Barat pada awal tahun 2014. Refinery yang menghasilkan produk turunan CPO seperti RBDPO, Olein, Stearin dan PFAD ditujukan untuk pasar ekspor diantaranya Cina, India, Filipina dan Korea Selatan. Di tahun 2015, penjualan minyak sawit (Olein) mencapai 412,21 ribu ton atau meningkat 61,6% dari penjualan pada tahun 2014 sebesar 255,07 ribu ton. Pada awal tahun 2015, Perseroan juga melakukan penyertaan saham sebesar 50% pada refinery yang dimiliki oleh KL-Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd. Refinery ini memiliki kapasitas pengolahan sebesar 2.000 ton CPO per hari dan berlokasi di Dumai, Provinsi Riau. Dengan kepemilikan atas kedua refinery ini, maka total kapasitas refinery yang dimiliki secara efektif oleh Perseroan mencapai 3.000 ton CPO per hari atau setara dengan 900.000 ton CPO per tahun.


Manajemen Sumber Daya Manusia

Sebagai sebuah industri padat karya, kami menyadari bahwa manajemen sumber daya manusia yang baik merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi persaingan yang semakin berat. Sampai dengan akhir tahun 2015, jumlah karyawan tetap Perseroan mencapai 36.214 orang. Perseroan bertekad untuk terus meningkatkan produktivitas setiap karyawan melalui program otomasi dan mekanisasi yang dijalankan di semua lini. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga dijalankan secara konsisten melalui serangkaian program pelatihan teknis guna menjamin terlaksananya kegiatan usaha Perseroan dengan baik.

Pelatihan di bidang kepemimpinan juga diberikan kepada kader-kader terbaik Perseroan, yang ke depannya akan meneruskan kepemimpinan di Perseroan guna menjamin keberlanjutan roda perusahaan secara baik.


Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Perseroan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance /GCG) dalam menjalankan usahanya untuk memastikan bahwa standar operasi Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan memenuhi aspek etika bisnis untuk melindungi semua pemangku kepentingan.


Melalui Komite Audit yang bertugas melaksanakan fungsi pengawasan, tata kelola perusahaan dipastikan dijalankan dengan baik melalui prinsip transparansi dan akuntabilitas pada setiap kegiatan usaha.


Aspek Keberlanjutan dan ISPO

Perseroan memiliki komitmen yang tinggi untuk selalu mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dengan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) sebagai suatu program wajib dari Pemerintah terhadap seluruh perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2015 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan. Sampai akhir tahun 2015, Perseroan telah mendapatkan 16 sertifikat ISPO, 14 dalam proses sertifikasi dan 4 sedang menjalani proses audit.


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang merupakan dasar kontribusi Perseroan dibidang kepedulian sosial melalui 4 pilar program yaitu: pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan dan konservasi lingkungan.


Dalam aspek pemberdayaan ekonomi, Perseroan bermitra dengan masyarakat sekitar melalui program plasma dan IGA (Income Generating Activities) yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui serangkaian kegiatan kemitraan.


Di bidang pendidikan, Perseroan telah mengelola 36 TK, 13 SD dan 8 SMP. Selain itu, Perseroan juga membantu pengelolaan sekolah-sekolah negeri yang berada di desa-desa sekitar areal perkebunan Perseroan.


Di bidang kesehatan, Perseroan memastikan bahwa fasilitas dan pelayanan kesehatan seluruh karyawan serta masyarakat sekitar areal operasional perkebunan bisa terjamin dengan baik. Perseroan juga mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat di sekitar perkebunan dengan berbagai program dan kegiatan untuk kesehatan ibu dan anak, melalui pengelolaan terhadap 357 Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), di dalam perkebunan dan 433 Posyandu di desa-desa sekitar dengan jumlah kader Posyandu sebanyak 3.734 orang.


Pada aspek pengelolaan lingkungan yang baik, Perseroan memastikan tata kelola lingkungan dengan baik yang tercermin dengan perolehan peringkat PROPER Hijau pada 11 perkebunan Perseroan dan peringkat PROPER Biru pada 15 perkebunan Perseroan.


Penelitian dan Pengembangan

Kegiatan di bidang Penelitian dan Pengembangan difokuskan kepada tiga aspek target pencapaian yaitu menciptakan bibit unggul untuk mendukung pencapaian yield yang optimal, melakukan isolasi bakteri untuk memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit, serta melakukan kultur jaringan. Penerapan pelaksanaan R&D yang baik ini akan ikut mendukung suksesnya program intensifikasi Perseroan.


Prospek dan Rencana Tahun 2016

Menghadapi tantangan usaha pada tahun mendatang, Perseroan telah mencanangkan sejumlah kebijakan dan langkah-langkah strategis untuk memperkuat kemampuan Perseroan dengan berfokus pada sektor hulu dan hilir kelapa sawit, yaitu:


1. Melanjutkan program intensifikasi serta mekanisasi dan otomasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi Perseroan. Program ini akan mendukung upaya Perseroan menjadi cost leader dalam industri kelapa sawit.
2. Memperkuat bidang Penelitian dan Pengembangan (R&D/Research and Development) untuk menghasilkan bibit unggul yang akan mendukung peningkatan produktivitas tanaman. Upaya ini diharapkan akan menjadi kompetensi utama (core competence) dari Perseroan di masa mendatang.
3. Melakukan program replanting untuk mem-pertahankan tingkat produksi yang baik di masa yang akan datang.
4. Mengembangkan lebih lanjut sektor hilir kelapa sawit.
5. Terus mengembangkan aspek sumber daya manusia yang berkualitas melalui program-program pelatihan.
6. Melanjutkan kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan komunitas dan masyarakat sekitar.


Demikianlah garis-garis besar Laporan Tahunan Perseroan tahun 2015. Atas nama Direksi, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan para pemegang saham dan seluruh karyawan Perseroan sehingga kami bisa melewati masa-masa yang penuh tantangan ini dengan baik. Kami optimis, usaha di sektor perkebunan kelapa sawit masih sangat prospektif. Namun, tantangan persaingan di dalam pasar minyak nabati yang semakin berat serta tuntutan pengelolaan perkebunan yang makin ramah lingkungan, menuntut kerja keras dari seluruh jajaran Perseroan, sehingga Perseroan tetap menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang diteladani.

Atas nama Direksi

PT Astra Agro Lestari Tbk


Widya Wiryawan

Presiden Direktur