Laporan Direksi

Selain membaiknya harga CPO, pencapaian yang positif selama tahun 2016 tidak terlepas dari upaya-upaya yang telah dijalankan perusahaan meliputi intensifikasi, mekanisasi dan otomasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta pengembangan usaha hilir sawit.


Para Pemegang Saham Yang Terhormat,

Sektor perkebunan kelapa sawit masih menghadapi beragam tantangan sepanjang tahun 2016. Permintaan global atas produk minyak sawit terpengaruh oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi pada beberapa negara di kawasan Asia termasuk Cina yang menjadi pasar utama minyak sawit. Pada periode yang sama suplai minyak sawit dari dua negara produsen utama yaitu Indonesia dan Malaysia mengalami penurunan sebagai dampak lanjutan dari musim kemarau panjang pada tahun 2015 yang mempengaruhi penurunan kinerja produksi TBS pada sebagian besar perkebunan di wilayah kedua negara tersebut. Dampak musim kemarau panjang 2015 ini diperkirakan akan berlanjut hingga periode tahun 2017. Sebagai akibatnya, harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) di pasar dunia meningkat sebesar 12,5% dari USD 622 per ton pada periode 2015 menjadi USD 700 per ton pada periode 2016.

Sampai akhir tahun 2016, Perseroan mengelola areal seluas 297.011 hektar perkebunan kelapa sawit yang terdiri dari area Tanaman Menghasilkan sebesar 266 ribu hektar dan area Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebesar 31 ribu hektar dengan lokasi perkebunan di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sebagian dari area TBM tersebut segera memasuki usia produktif, sehingga kinerja operasional diharapkan tetap akan tumbuh pada tahun tahun mendatang. Pada tahun 2016, Perseroan telah melakukan penanaman kembali (replanting) seluas 3.508 hektar.

 

Sepanjang tahun 2016, produksi TBS dari perkebunan inti Perseroan turun 11,3% dari 4,20 juta ton pada tahun 2015 menjadi 3,73 juta ton. Produksi TBS dari perkebunan plasma turun sebesar 18,1% dari 1,40 juta ton pada 2015 menjadi 1,15 juta ton, sedangkan pembelian TBS dari pihak ketiga naik 3,8 % dari 2,45 juta ton menjadi 2,54 juta ton pada tahun 2016.


Seiring dengan penurunan produksi TBS, baik dari kebun inti maupun plasma, produksi CPO Perseroan juga mencatat penurunan sebesar 10,5% dari 1,74 juta ton di tahun 2015 menjadi 1,55 juta ton di tahun 2016, begitu pula produksi inti sawit (Palm Kernel) yang turun 9,3% dari 370.637 ton di tahun 2015 menjadi 336.370 ton di tahun 2016. Perseroan juga memproduksi produk-produk turunan sawit antara lain RBDPO, Olein, Stearin dan PFAD, yang totalnya mencapai 524.911 ton, turun 11,8% dibandingkan periode sebelumnya sebesar 595.457 ton

 

Meskipun mengalami penurunan kinerja dari sisi produksi, namun harga jual rata-rata CPO Perseroan tahun 2016 meningkat sebesar 11,4% dari Rp 6.971/kg pada tahun 2015 menjadi Rp 7.768/kg, seiring dengan peningkatan harga CPO di pasar dunia. Kenaikan harga jual rata-rata CPO ini turut mendukung kinerja keuangan Perseroan sepanjang tahun 2016.


Pendapatan bersih Perseroan mengalami kenaikan sebesar 8,1% sepanjang tahun 2016 menjadi Rp 14,12 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 13,06 triliun. Dari total pendapatan bersih Perseroan tersebut, sebesar 55,8% atau Rp 7,88 triliun merupakan kontribusi pendapatan penjualan dari CPO, sebesar 30.1% atau Rp 4,25 triliun merupakan kontribusi dari penjualan produk turunan CPO seperti RBDPO, Olein, Stearin dan PFAD, sedangkan sisanya 14,1% atau sebesar Rp 1,99 triliun merupakan kontribusi dari penjualan kernel & turunannya.


Saat ini sebagian besar dari pendapatan Perseroan atau sebesar 70% masih didominasi oleh penjualan CPO dan kernel di pasar domestik dan sisanya sebesar 30% yang merupakan penjualan produk turunan CPO ditujukan untuk pasar ekspor.


Sebagai usaha untuk meningkatkan produktivitas dan efiesiensi, Perseroan memberikan perhatian pada upaya penurunan biaya operasional dengan tujuan untuk mencapai cost leadership pada industri perkebunan sawit. Pada tahun 2016, Perseroan mulai melaksanakan program productivity improvement untuk mencapai operational excellence. Semua fungsi di dalam Perseroan, baik di kebun maupun di kantor pusat, terlibat langsung dalam menyukseskan program ini.


Kenaikan pendapatan bersih yang ditunjang oleh menurunnya biaya operasional serta keuntungan selisih kurs akibat apresiasi nilai Rupiah, menjadi faktor utama atas kenaikan kinerja laba Perseroan pada tahun 2016. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 2,01 triliun atau meningkat 224,2% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yaitu Rp 619,1 miliar.


Pengembangan Usaha

Strategi pengembangan usaha yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2016, diantaranya adalah dengan memperkuat usaha hilir sawit. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan dua pabrik Refinery minyak sawit yang berlokasi di Sulawesi Barat dan Dumai, Riau. Perseroan juga telah mulai mengoperasikan satu unit pengolahan kernel (PKO refinery) pada akhir tahun 2016 di Sulawesi Barat untuk memenuhi kebutuhan dari industri makanan maupun oleokimia pasar ekspor, yang meliputi negara-negara seperti Filipina, Cina, Korea Selatan, dan India. Perseroan mengharapkan pengembangan industri hilir sawit ini akan mampu memberikan kontribusi pendapatan pada tahun-tahun mendatang.


Selain itu, Perseroan juga telah membangun dan mengoperasikan pabrik pencampuran (blending plant) pupuk NPK untuk memenuhi kebutuhan pupuk NPK Perseroan sendiri, dan juga untuk kebutuhan pasar di sekitar perkebunan Perseroan.


Perseroan juga memanfaatkan momentum kebijakan untuk mengembangkan peluang usaha baru di bidang integrasi sawit-sapi (cattle in plantation) pada perkebunan sawit. Untuk tujuan pengembang biakan tersebut, Perseroan telah mendatangkan 2.060 ekor sapi pada tahun 2016.


Penelitian dan Pengembangan

Bidang Penelitian dan Pengembangan menjadi salah satu bagian penting untuk menjamin keberlanjutan usaha Perseroan. Sejalan dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan produktivitas jangka panjang, Perseroan melalui Divisi Penelitian dan Pengembangan berusaha menghasilkan benih-benih unggul yang akan memberikan nilai tambah pada tanaman kelapa sawit Perseroan di masa mendatang.


Dalam jangka pendek, Divisi Penelitian dan Pengembangan berfokus pada upaya pembenahan tanah, pemupukan yang lebih efektif dengan menggunakan sumber-sumber alamiah, serta penelitian dalam hal pengendalian hama penyakit tanaman.

 

Manajemen Sumber Daya Manusia

Perseroan memiliki 35.400 karyawan tetap yang tersebar di areal perkebunan Perseroan. Guna meningkatkan produktivitas manajemen sumber daya manusia, Perseroan berfokus pada upaya peningkatan kompetensi setiap karyawan sehingga bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Pelaksanaan program mekanisasi dan otomasi yang menuntut peningkatan keterampilan teknis karyawan, dicapai melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.


Untuk memacu semangat kerja dan meningkatkan produktivitas karyawan, manajemen Perseroan juga memberikan reward bagi karyawan yang berprestasi


Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Di bawah pengawasan Dewan Komisaris, sepanjang tahun 2016 Perseroan telah melaksanakan Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik sebagaimana diatur dalam pedoman tata kelola yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik yang dilaksanakan oleh Perseroan meliputi prinsip keterbukaan informasi, akuntabilitas, kemandirian, pertanggung jawaban, serta prinsip kesetaraan dan kewajaran. Dengan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik tersebut, diharapkan kelangsungan usaha Perusahaan akan terjaga.

 

Program CSR dan Aspek Keberlanjutan

Kami menyadari, kehadiran Perseroan harus memberikan manfaat positif bagi masyarakat di sekitar perkebunan yang dikelola. Karena itu, Perseroan konsisten melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berbasis kepada empat pilar yaitu: ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.


Untuk program ekonomi, sepanjang tahun 2016, Perseroan telah melakukan kerjasama kemitraan dengan masyarakat baik dalam pola plasma maupun KKPA melalui pembelian TBS senilai Rp 1,83 triliun. Melalui pola kerjasama inti-plasma, saat ini Perseroan telah menggandeng 29.160 petani sebagai mitra dengan total luas lahan sekitar 64 ribu hektar. Perseroan juga aktif melakukan penyuluhan kepada petani terkait budidaya dan tata kelola perkebunan.


Selain kerjasama dalam bentuk plasma, Perseroan juga bermitra dengan petani-petani mandiri yang jumlahnya mencapai 22 ribu petani. Luas areal yang dikelola mencapai 144 ribu hektar, dengan nilai transaksi pembelian TBS sebesar Rp 3,68 trilyun.


Program pendidikan : Perseroan mengelola 70 sekolah di dalam maupun di luar areal perkebunan yang meliputi: 37 Taman Kanak-Kanak, 13 Sekolah Dasar, 9 Sekolah Menengah Pertama dan 11 Sekolah Dasar Negeri, dengan jumlah siswa sebanyak 12.889. Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut didukung oleh 512 orang guru yang digaji dan mendapatkan fasilitas dari Perseroan.


Program kesehatan : Perseroan mengelola 433 posyandu (pos pelayanan kesehatan ibu dan anak terpadu) dan 31 unit polibun (poliklinik perkebunan). Posyandu dan Polibun tersebut tidak hanya untuk melayani karyawan dan keluarganya, namun juga terbuka untuk masyarakat di sekitar perkebunan yang membutuhkan pelayanan.


Sedangkan terkait aspek keberlanjutan (sustainability), Perseroan mengacu pada ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Hingga akhir tahun 2016, 21 perkebunan yang dikelola Perseroan telah meraih sertifikat ISPO, 16 perkebunan sedang menunggu proses akhir sertifikasi, dan lainnya dalam proses audit dalam rangka sertifikasi.


Di bidang tata kelola lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggunakan predikat PROPER sebagai indikator kinerja lingkungan perusahaan. Pada tahun 2016, 13 perkebunan yang dikelola Perseroan meraih PROPER hijau dan 14 perkebunan meraih PROPER biru.


Prospek Usaha Tahun 2017

Pengembangan usaha Perseroan tahun 2017 akan berfokus pada hal-hal sebagai berikut:

1.
Melanjutkan upaya intensifikasi, mekanisasi dan otomasi di area perkebunan, pabrik dan area penunjang lainnya, termasuk otomasi administrasi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
2.
Melakukan penanaman kembali (replanting) untuk mempertahankan tingkat kuantitas dan kualitas produksi di masa mendatang.
3.
Meneruskan pengembangan industri hilir sawit.
4.
Melanjutkan pengembangan diversifikasi usaha yang bersinergi dengan perkebunan sawit antara lain integrasi sawit sapi dan pembangunan pabrik pencampuran (blending plant) pupuk NPK.
5.
Meningkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan, serta meningkatkan sistem reward. Ini dalam upaya Perseroan menjadi cost leader di sektor perkebunan kelapa sawit.
6.
Memperkuat bidang Penelitian dan Pengembangan agar menghasilkan sendiri benih unggul tanaman sawit. Ini diharapkan menjadi salah satu core competence Perseroan.
7.
Memperkuat pelaksanaan program-program tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar areal perkebunan


Demikian Laporan Direksi Tahunan 2016. Atas nama Direksi, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dari seluruh Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan seluruh karyawan Perseroan, serta segenap pemangku kepentingan, sehingga bisa mencapai kinerja operasional dan keuangan yang positif pada tahun 2016. Semoga Perseroan tetap jaya dan perusahaan perkebunan yang inovatif dan produktif, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.



Atas nama Direksi

PT Astra Agro Lestari Tbk


Widya Wiryawan

Presiden Direktur

1. Melanjutkan program intensifikasi serta mekanisasi dan otomasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi Perseroan. Program ini akan mendukung upaya Perseroan menjadi cost leader dalam industri kelapa sawit.
2. Memperkuat bidang Penelitian dan Pengembangan (R&D/Research and Development) untuk menghasilkan bibit unggul yang akan mendukung peningkatan produktivitas tanaman. Upaya ini diharapkan akan menjadi kompetensi utama (core competence) dari Perseroan di masa mendatang.
3. Melakukan program replanting untuk mem-pertahankan tingkat produksi yang baik di masa yang akan datang.
4. Mengembangkan lebih lanjut sektor hilir kelapa sawit.
5. Terus mengembangkan aspek sumber daya manusia yang berkualitas melalui program-program pelatihan.
6. Melanjutkan kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan komunitas dan masyarakat sekitar.