Laporan Dewan Komisaris

Dewan Komisaris mendukung upaya Perseroan untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kinerjanya melalui penerapan program Excellent Productivity untuk peningkatan produktivitas (productivity improvement) dan operational excellence.

alt

Para Pemegang Saham Yang Terhormat,

Mewakili Dewan Komisaris, berikut kami sampaikan penilaian terhadap kinerja keuangan dan operasional Perseroan tahun 2016. Kami juga akan menyampaikan arahan strategis yang bisa menjadi panduan bagi manajemen Perseroan untuk menghadapi tantangan usaha sektor komoditas, serta penilaian Dewan Komisaris terhadap pelaksanaan Good Corporate Governance atau Tata Kelola Perusahaan yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2016 mencapai 5,1% atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi periode sebelumnya sebesar 4,8%. Meskipun membaik, namun pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional masih di bawah proyeksi yang ditetapkan Pemerintah di dalam APBN sebesar 5,3%. Hal ini sebagai dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk di wilayah Asia, diantaranya Indonesia yang dipicu oleh rendahnya harga komoditas seperti minyak bumi dan batu bara. Akibatnya, sejumlah sektor usaha di Indonesia juga terkena imbas melambatnya pertumbuhan ekonomi global tersebut.

 

Sektor perkebunan kelapa sawit nasional juga masih menghadapi sejumlah tantangan yang berat. Salah satunya adalah dampak musim kemarau panjang tahun 2015 yang berakibat turunnya produksi TBS (Tandan Buah Segar) yang dialami oleh hampir semua perkebunan di Indonesia, termasuk Perseroan. Berbagai tantangan lainnya akan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pelaku usaha perkelapasawitan termasuk Perseroan.

 

Produksi TBS dari perkebunan inti Perseroan turun 11,3% dari 4,20 juta ton pada tahun 2015 menjadi 3,73 juta ton. Sedangkan produksi TBS dari perkebunan plasma turun 18,1% dari 1,40 juta ton pada 2015 menjadi 1,15 juta ton sebagai dampak kemarau panjang tahun sebelumnya.

 

Penurunan produksi TBS baik dari perkebunan inti maupun plasma mengakibatkan produksi CPO Perseroan turun 10,5%, dari 1,74 juta ton pada tahun 2015 menjadi 1,55 juta ton. Sedangkan produksi inti sawit (Palm Kernel) juga turun 9,3% dari 370.637 ton menjadi 336.370 ton.

 

Harga rata-rata CPO pada tahun 2016 di pasar dunia meningkat dari USD 622 per ton pada tahun 2015 menjadi USD 700 per ton. Sejalan dengan kenaikan tersebut, harga jual rata-rata CPO Perseroan mencapai Rp 7.768/kg, atau meningkat 11,4% dibandingkan dengan harga jual rata-rata pada periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp 6.971/kg.

 

Meskipun kinerja produksi yang mengalami penurunan, namun dibantu dengan kenaikan harga rata-rata CPO, maka total pendapatan bersih Perseroan sampai dengan akhir Desember 2016 meningkat sebesar 8,1% menjadi Rp 14,12 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 13,06 triliun. Faktor-faktor lainnya seperti penurunan biaya-biaya operasional, serta keuntungan selisih kurs akibat menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi terhadap kinerja keuangan Perseroan sepanjang tahun 2016. Sebagai akibatnya, laba bersih Perseroan meningkat secara signifikan sebesar 224,2%, dan mencapai Rp 2,01 triliun pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp 619,1 miliar.

 

Dewan Komisaris memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja yang dicapai Perseroan sepanjang tahun 2016 ini di tengah kondisi makro ekonomi dan sektor perkebunan yang belum menggembirakan. Hasil positif yang dicapai sepanjang tahun 2016 menunjukkan bahwa Direksi, manajemen, dan seluruh karyawan Perseroan telah bekerja keras untuk mewujudkan target-target kinerja yang telah ditetapkan.


Pengawasan dan Penilaian

Salah satu tugas dari Dewan Komisaris adalah menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa manajemen Perseroan telah melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ GCG). Secara berkala, Dewan Komisaris melalui Komite Audit melakukan evaluasi berkaitan dengan praktik bisnis dan kepatuhan manajemen Perseroan dalam melaksanakan Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG yang diantaranya meliputi aspek akuntabilitas, pertanggungjawaban, keterbukaan, kewajaran dan kemandirian. Manajemen Perseroan telah mengembangkan sistem dan pedoman Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan kebutuhan.

 

Sepanjang tahun 2016, Komite Audit telah melaksanakan empat kali pertemuan dengan Direksi Perseroan yang dilaksanakan pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober untuk memastikan bahwa Direksi Perseroan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik.

 

 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Selain memastikan kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan yang baik, Dewan Komisaris juga mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/ CSR). Sebagai perusahaan perkebunan yang hadir di tengah-tengah masyarakat, Perseroan memikul tanggung jawab untuk ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan yang dikelola. Perseroan telah mengembangkan empat pilar CSR yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

 

Program ekonomi didesain untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pola kemitraan inti plasma, KKPA dan berbagai bentuk kerjasama lainnya. Program ekonomi ini juga bertujuan membantu masyarakat dalam menciptakan usaha-usaha kecil yang produktif. Program pendidikan bertujuan ikut memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui sekolah-sekolah yang dibangun dan dikelola Perseroan di dalam dan di sekitar areal perkebunan. Perseroan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi sehingga bisa menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, Perseroan juga ikut mendukung program pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang terpencil. Sedangkan untuk program kesehatan, Perseroan mendirikan Posyandu dan poliklinik perkebunan (Polibun) untuk melayani masyarakat yang membutuhkan di sekitar areal perkebunan.

 

Pilar terakhir adalah tanggung jawab di bidang lingkungan. Dewan Komisaris terus mendorong manajemen Perseroan untuk melaksanakan tata kelola perkebunan kelapa sawit sesuai dengan prinsip dan kriteria ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Disamping itu, Perseroan juga terus didorong untuk meningkatkan pencapaian dalam meraih peringkat Hijau di dalam PROPER (Program Peringkat Kinerja Perusahaan) yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

 

Dewan Komisaris memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Perseroan di dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini sesuai dengan misi Perseroan untuk menjadi perusahaan panutan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan serta kesejahteraan bangsa.

 

Tantangan dan Peluang Usaha Tahun 2017

Memasuki tahun 2017 dan periode mendatang, tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha sektor perkebunan kelapa sawit, termasuk Perseroan, semakin kompleks. Dari sisi ekonomi, melambatnya pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara Asia yang menjadi pasar utama minyak sawit Indonesia akan mempengaruhi permintaan dari negara-negara tersebut.

 

Tantangan lain adalah masih banyaknya kebijakan dagang negara-negara maju yang kurang memberikan dukungan terhadap produk minyak sawit dengan penerapan hambatan tarif dalam perdagangan internasional. Disamping itu perusahaan juga menghadapi hambatan non tarif berupa kampanye negatif terhadap komoditas sawit.

 

Dewan Komisaris terus mendukung upaya Perseroan untuk berinovasi dalam mencapai kemajuan Perseroan. Perseroan akan melanjutkan program mekanisasi dan otomasi yang terbukti membantu menciptakan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan perkebunan. Perseroan juga berupaya melakukan peningkatan produktivitas (productivity improvement) dan operational excellence melalui sebuah program yang disebut sebagai Excellent Productivity.

 

Selain itu, bidang Penelitian dan Pengembangan juga akan terus diperkuat sehingga di masa depan bisa menjadi core competence bagi Perseroan. Keberhasilan bidang Penelitian dan Pengembangan dalam menghasilkan benih-benih unggul akan menjadi milestone bagi Perseroan dalam menghasilkan tanaman kelapa sawit dengan produktivitas yang lebih tinggi.

 

Dewan Komisaris juga mendukung upaya manajemen Perseroan untuk terus mengembangkan usaha hilir sawit serta mencari peluang-peluang usaha baru yang masih berkait dengan usaha perkebunan kelapa sawit. Integrasi sawit sapi yang mulai dirintis oleh Perseroan juga menjadi peluang usaha baru untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia.

 

Akhirnya, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih kepada Direksi, manajemen, dan seluruh karyawan Perseroan atas hasil yang dicapai pada tahun 2016. Melalui kerja keras dari seluruh jajaran di dalam Perseroan serta dukungan dari para pemegang saham, Perseroan diharapkan akan mampu menjaga kinerja positif yang telah diraih pada tahun-tahun mendatang.




Atas nama Dewan Komisaris

PT Astra Agro Lestari Tbk


Prijono Sugiarto

Presiden Komisaris