Laporan Keuangan


Laporan Laba Rugi

Pendapatan Bersih

Pada periode tahun 2015, harga jual rata-rata CPO Perseroan turun 15,8% dari Rp 8.282 per kilogram tahun 2014 menjadi Rp 6.971 per kilogram. Penurunan harga jual rata-rata CPO ini dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas di pasar dunia, termasuk komoditas CPO. Meskipun Perseroan bisa mempertahankan kinerja operasional yang baik, namun pada saat yang sama harga rata-rata CPO Perseroan terkoreksi cukup dalam sehingga berpengaruh terhadap kinerja keuangan Perseroan selama tahun 2015.


Pendapatan bersih Perseroan pada periode tahun 2015 adalah sebesar Rp 13,06 triliun atau turun 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang mencapai Rp 16,31 triliun. Penurunan pendapatan bersih Perseroan ini, selain karena penurunan harga jual rata-rata CPO, juga dipengaruhi oleh turunnya volume penjualan CPO. Volume penjualan CPO Perseroan turun 24,2% dari 1,37 juta ton menjadi 1,04 juta ton.


Penurunan volume penjualan CPO Perseroan terutama merupakan akibat dari pengalihan alokasi produksi CPO yang dihasilkan, untuk diolah kembali menjadi produk turunan minyak sawit seperti RBDPO, Olein, Stearin dan PFAD. Hal ini berdampak pada volume penjualan Olein pada periode tahun 2015 yang meningkat hingga 61,6% dari 255 ribu ton menjadi 412 ribu ton.


Laba Bruto

Laba bruto Perseroan turun sebesar 37,8% dari Rp 4,95 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 3,08 triliun pada tahun 2015. Penurunan laba bruto ini terutama dipengaruhi oleh penurunan harga jual rata-rata CPO dan turunannya, serta penurunan volume penjualan. Hal ini berdampak juga pada margin laba bruto Perseroan yang turun dari 30,4% di tahun 2014 menjadi 23,6% di tahun 2015.


Laba yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan

Pada periode tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2015, besarnya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan turun 75,3% dari Rp 2,50 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 619,11 miliar pada tahun 2015. Penurunan laba bersih ini dipengaruhi oleh turunnya laba bruto, bunga pinjaman yang bertambah dan dampak menguatnya nilai tukar mata uang dolar AS sehingga Perseroan mengalami kerugian selisih kurs karena pinjaman dalam mata uang asing.


Pendapatan Komprehensif Lain

Perseroan membukukan beban pengukuran kembali atas kewajiban imbalan kerja pada tahun 2015 sebesar Rp 6,28 miliar dimana pada tahun 2014 kerugian yang dicatat sebesar Rp 36,63 miliar. Pendapatan komprehensif lain merupakan akun yang mencatat keuntungan atau kerugian terkait perubahan asumsi perhitungan kewajiban imbalan kerja.


Total Laba Komprehensif

Perseroan membukukan total laba komprehensif sebesar Rp 689 miliar di tahun 2015 atau mengalami penurunan sebesar 73,3% dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp 2,58 triliun.



Posisi Keuangan

Aset

Total aset Perseroan pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp 21,51 triliun atau naik 15,9% dibandingkan total aset tahun buku sebelumnya yaitu sebesar Rp 18,56 triliun. Peningkatan aset Perseroan ini karena kenaikan pada kelompok aset lancar dari Rp 2,40 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 2,81 triliun pada tahun 2015. Juga terjadi peningkatan kelompok aset tidak lancar dari Rp 16,16 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 18,70 triliun di tahun 2015. Peningkatan aset ini terutama karena meningkatnya aset tanaman perkebunan, aset tetap, persediaan dan piutang pada ventura bersama.


Aset Lancar

Aset lancar Perseroan naik 17,1% dari Rp 2,40 triliun menjadi Rp 2,81 triliun. Beberapa aspek yang mempengaruhi kenaikan aset lancar ini antara lain adalah naiknya persediaan dan pajak dibayar dimuka.


Aset Tidak Lancar

Pada akhir tahun 2015, Perseroan mencatat aset tidak lancar sebesar Rp 18,70 triliun atau naik 15,7% dibandingkan posisi aset tidak lancar tahun 2014 yang sebesar Rp 16,16 triliun. Peningkatan aset tidak lancar ini terutama merupakan peningkatan dari aset tetap, tanaman perkebunan dan piutang pada ventura bersama.


Liabilitas

Salah satu sumber pembiayaan dalam rangka peningkatan skala usaha Perseroan adalah melalui pinjaman pihak ketiga. Perseroan mencatat total liabilitas naik 45,9% dari Rp 6,72 triliun pada akhir tahun 2014, menjadi Rp 9,81 triliun pada akhir tahun 2015. Liabilitas Perseroan tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Peningkatan liabilitas Perseroan terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka panjang yang pada tahun 2015 mencapai Rp 6,29 triliun atau meningkat 140,6% dari liabilitas jangka panjang tahun 2014 yang sebesar Rp 2,61 triliun.


Liabilitas Jangka Pendek

Perseroan memiliki liabilitas jangka pendek sebesar Rp 3,52 triliun pada akhir tahun 2015 atau turun 14,3% dibandingkan tahun 2014. Penurunan liabilitas jangka pendek ini terutama karena penurunan pinjaman bank dan hutang pajak.


Liabilitas Jangka Panjang

Sementara itu, total liabilitas jangka panjang Perseroan di akhir tahun 2015 adalah sebesar Rp 6,29 triliun atau naik 140,6% dibandingkan liabilitas jangka panjang di akhir tahun 2014 yang sebesar Rp 2,61 triliun. Peningkatan liabilitas jangka panjang ini dikarenakan peningkatan pinjaman bank jangka panjang dari Rp 2,13 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 5,71 triliun pada tahun 2015, atau meningkat 168,3%.


Ekuitas

Pada akhir tahun 2015, ekuitas Perseroan turun 1,1% atau dari Rp 11,83 triliun pada akhir tahun 2014 menjadi Rp 11,70 triliun. Penurunan ekuitas ini disebabkan oleh menurunnya saldo laba belum dicadangkan sebesar 1,3% dari Rp 10,39 triliun pada periode tahun 2014 menjadi Rp 10,26 triliun pada periode tahun 2015, terutama karena adanya pembayaran dividen kas tahun 2015 sebesar Rp 743 miliar.


Arus Kas

Neraca Perseroan mencatat posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2015 adalah sebesar Rp 294 miliar atau turun 51,8% dibandingkan akhir tahun 2014 sebesar Rp 611 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya arus kas yang terkait dengan aktivitas operasi.


Utang dan Struktur Modal

Hasil analisis fundamental Perseroan dengan menghitung rasio gearing dimana pinjaman bersih dibandingkan dengan kekayaan bersih Perseroan pada tahun 2015 adalah 64% sedangkan pada tahun 2014 adalah 32%. Dengan kekayaan berwujud bersih yang dimiliki, Perseroan akan mampu untuk memenuhi kewajibannya baik jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang.


Dalam mengelola permodalan, Perseroan akan selalu memaksimalkan manfaat bagi seluruh pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya. Perseroan akan terus menelaah setiap kebijakan terkait permodalan, akan selalu memastikan struktur modal yang sehat dan mampu memberikan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham.


Kebijakan Dividen dan Dividen Kas per Saham

Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 14 April 2015, pemegang saham menyetujui pembagian dividen final atas laba tahun buku 2014 sebesar Rp 1,13 trilliun atau Rp 716 per saham dengan memperhitungkan dividen interim sebesar Rp 244 per saham kepada pemegang saham.


Informasi Mengenai Investasi

Pada tahun 2015, Perseroan melakukan penyertaan saham sebesar 50% pada pabrik pengolahan minyak sawit (refinery) yang dimiliki oleh mitra Perseroan yaitu KL-Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd.

Perseroan juga melanjutkan program mekanisasi, membangun infrastruktur serta melakukan penanaman kembali areal yang sudah kurang produktif


Perubahan Kebijakan Akuntansi

Penerapan pernyataan standar akuntansi baru

Standar akuntansi yang telah dipublikasikan dan relevan terhadap kegiatan operasi Grup adalah:


Telah efektif pada tahun 2015:


- PSAK No. 1 (revisi 2013) : Penyajian laporan keuangan
- PSAK No. 4 (revisi 2013) : Laporan keuangan tersendiri

- PSAK No. 15 (revisi 2013)

: Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama

- PSAK No. 24 (revisi 2013)

: Imbalan kerja

- PSAK No. 46 (revisi 2014)

: Pajak penghasilan

- PSAK No. 48 (revisi 2014)

: Penurunan nilai aset
- PSAK No. 55 (revisi 2014) : Instrumen keuangan pengakuan dan pengukuran
- PSAK No. 60 (revisi 2014)
: Instrumen keuangan: pengungkapan
- PSAK No. 65
: Laporan keuangan konsolidasian
- PSAK No. 66
: Pengaturan bersama
- PSAK No. 67
: Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain
- PSAK No. 68
: Pengukuran nilai wajar



Belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal

1 Januari 2015:

- PSAK No. 1
: Penyajian laporan keuangan
- PSAK No. 4
: Laporan keuangan tersendiri
- PSAK No. 5
: Segmen operasi
- PSAK No. 7
: Pengungkapan pihak-pihak berelasi
- PSAK No. 15
: Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama
- PSAK No. 16
: Aset tetap
- PSAK No. 19
: Aset tak berwujud
- PSAK No. 22
: Kombinasi bisnis
- PSAK No. 24
: Imbalan kerja

- PSAK No. 25

: Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan
- PSAK No. 65
: Laporan keuangan konsolidasian
- PSAK No. 66
: Pengaturan bersama
- PSAK No. 67
: Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain
- PSAK No. 68
: Pengukuran nilai wajar
- PSAK No. 69
: Agrikultur
- ISAK No. 30
: Pungutan


Perseroan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul atas penerbitan standar akuntansi keuangan tersebut.









Filter Judul     Ditampilkan # 
# Judul Artikel
1 Financial Statement 2016
2 Laporan Keuangan 2015
3 Laporan Keuangan 2014
4 Laporan Keuangan 2013
5 Laporan Keuangan 2012
6 Laporan Keuangan 2011
7 Laporan Keuangan 2010