Penjualan dan Pemasaran

Selain pemasaran CPO, sejak tahun 2014, Perseroan juga telah mengembangkan pasar produk turunan minyak sawit mentah seperti RBDPO, Olein, Stearin dan PFAD. Jika produk CPO banyak terserap di pasar domestik, produk turunan minyak sawit Perseroan ditujukan untuk pasar ekspor ke sejumlah negara Asia seperti Cina, India, Filipina, Korea Selatan, Pakistan, Rusia dan beberapa negara lainnya. Untuk produk hilir sawit ini, Perseroan telah mengoperasikan pabrik pengolahan minyak sawit (refinery) PT Tanjung Sarana Lestari di Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat dan melakukan penyertaan 50% saham pada PT Kreasijaya Adhikarya, refinery yang berlokasi di Dumai, Provinsi Riau.


alt
Fasilitas Dermaga dan Tangki CPO PT Borneo Indah Marjaya, Kalimantan Timur


Periode tahun 2015, Perseroan mencatat volume penjualan CPO sebesar 1.041.895 ton atau turun 24,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan kernel sebesar 334.078 ton atau turun 8,8%. Penurunan penjualan CPO ini dikarenakan adanya pengalihan sebagian produk CPO untuk diolah lebih lanjut menjadi produk turunan minyak sawit. Oleh karena itu, selama tahun 2015, penjualan Olein Perseroan naik sebesar 61,6% dibandingkan tahun 2014 dan mencapai volume penjualan sebesar 412.214 ton.


Pasar CPO dan produk turunan minyak sawit masih akan sangat besar. Selain sebagai bahan baku pangan, pengembangan program mandatory biodiesel oleh Pemerintah membuka peluang peningkatan permintaan CPO di pasar domestik. Sedangkan permintaan ekspor akan produk turunan minyak sawit akan terus meningkat, termasuk dari sejumlah pasar baru yang potensial seperti Rusia, Pakistan dan sejumlah negara di Timur Tengah.