Praktek Ketenagakerjaan dan Kenyamanan Bekerja

Perkebunan adalah usaha yang padat karya dengan penggunaan tenaga manusia lebih banyak daripada tenaga mesin. Perkebunan menjadi sangat relevan dengan Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk melebihi 258 juta jiwa. Perkebunan dapat menyerap sebagian angkatan kerja yang melimpah dan dengan demikian mengurangi angka pengangguran yang menjadi salah satu masalah utama di negara berkembang seperti Indonesia. Keberadaannya di daerah daerah terpencil di luar Pulau Jawa menjadikan perkebunan berperan penting dalam pemerataan pembangunan yang menjadi isu politik strategis sejak kemerdekaan Indonesia.


Mengelola usaha padat karya tidak lebih mudah daripada mengelola usaha padat modal. Rendahnya keterampilan dan rendahnya produktifitas, pengupahan, kesehatan dan keselamatan, merupakan isu-isu seputar ketenagakerjaan yang dihadapi oleh banyak Perusahaan perkebunan yang dewasa ini juga mengalami tekanan oleh perilaku pasar serta rendahnya harga komoditi.


Dalam segala situasi, Perusahaan mengelola tenaga kerja dengan menerapkan Astra Management System (AMS) dan Astra Human Capital Management System (AHCM) yang dibangun di atas landasan filosofi Astra: Catur Dharma. Penerapan AMS dan AHCM tidak hanya memungkinkan Perusahaan bersama-sama dengan Perusahaan lain dalam grup Astra senantiasa mampu menghadapi tantangantantangan baru tetapi juga menjadikan ASTRA sebagai grup usaha yang terdepan di Indonesia dan Perusahaan sebagai salah satu yang terkemuka di sektor industri minyak sawit.


MENGHORMATI HAK ASASI MANUSIA

Perusahaan berkomitmen menghormati hak asasi manusia demi kemanusiaan itu sendiri. Filosofi Perusahaan, Catur Dharma Astra, mendasari perlakuan Perusahaan terhadap para pekerjanya, yaitu: Dharma Pertama: Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara; dan Dharma Ketiga: Menghargai individu dan membina kerja sama.


Perusahaan mengacu pada definisi hak asasi manusia menurut Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 1 yang berbunyi: “Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.


Hak asasi manusia yang diatur dalam UU No. 39 Tahun 1999 meliputi: Hak untuk Hidup (Pasal 9); Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan (Pasal 10); Hak Mengembangkan Diri (Pasal 11-16); Hak Memperoleh Keadilan (Pasal 17-19); Hak Atas Kebebasan Pribadi (Pasal 20-27); Hak atas Rasa Aman (Pasal 28-35); Hak atas Kesejahteraan (Pasal 36-42); Hak Turut Serta dalam Pemerintahan (Pasal 43-44); Hak Wanita (Pasal 45-51); dan Hak Anak (Pasal 52-66).


Perusahaan menghargai dan melindungi hak asasi manusia sebagaimana terkandung pada isi Perjanjian Kerja Bersama sebagai salah satu sarana mewujudkan hubungan industrial yang harmonis yang bertujuan: (1) Memperjelas hak dan kewajiban pengusaha, serikat pekerja dan karyawan; (2) Mengatur syarat-syarat kerja dan kondisi kerja; (3) Menciptakan dan memperteguh Hubungan Industrial yang harmonis dalam Lingkungan Kerja; (4) Mengatur caracara penyelesaian perbedaan pendapat; (5) Meningkatkan produktivitas karyawan. Perusahaan belum mengadakan pelatihan khusus untuk karyawan tentang kebijakan hak asasi manusia atau prosedur yang terkait dengan hak asasi manusia yang relevan dengan operasional perusahaan namun menjadikannya sebagai bagian dari pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Perusahaan. [G4-HR1,HR2]


Sepanjang tahun 2015 tidak ada insiden diskriminasi yang terjadi di lingkungan Perusahaan. Perusahaan beserta seluruh rantai usahanya menjunjung kesetaraan tanpa membedakan manusia karena suku, agama, ras, golongan atau gender. Kesetaraan ini malah merupakan salah satu karakter yang membuat Perusahaan diterima baik di berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam. [G4-HR3]


Perusahaan beserta rantai operasinya termasuk para pemasok tidak melakukan pelanggaran terhadap hak karyawan untuk melaksanakan kebebasan berserikat dan perjanjian kerja bersama. Perusahaan mendukung hak-hak ini melalui pemeliharaan nilai-nilai budaya perusahaan “Sapta Budaya Planter” dan penyelenggaraan forum bipartit secara teratur. Perusahaan mendukung para petani selaku pemasok untuk senantiasa mematuhi hukum dan etika serta nilai-nilai budaya Perusahaan. Hal ini dimungkinkan oleh intensitas pertemuan dengan para pemasok melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan atau pertemuan khusus yang diselenggarakan oleh Perusahaan di lingkungan perkebunan dengan suasana pedesaan yang akrab. [G4-HR4]


Perusahaan menolak eksploitasi pekerja anak. Perusahaan memastikan bahwa semua karyawan berusia produktif sesuai peraturan yang berlaku yaitu minimal 18 tahun. [G4-HR5,HR6]


Perusahaan menentang segala bentuk kerja paksa dan tidak pernah terlibat dalam kasus praktek kerja paksa. Kerja paksa adalah pekerjaan yang tidak dilakukan dengan suka rela. Dalam praktek kerja paksa orang melakukan pekerjaan di bawah ancaman sanksi atau hukuman di mana pekerja tidak memiliki kebebasan untuk menyepakati pelaksanaan pekerjaan. Hukuman dapat berupa ancaman kekerasan atau penundaan pembayaran upah. Penyitaan atau penahanan dokumen pribadi pekerja seperti akta kelahiran, ijazah sekolah atau kartu tanda penduduk juga dapat dikategorikan ancaman kerja paksa karena dapat membuat pekerja tidak bebas untuk meninggalkan pekerjaan mereka atau untuk mencari pekerjaan di tempat lain. [G4-HR6]


Di Indonesia, negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.: 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 2 ayat 9. Perusahaan menghormati hak-hak masyarakat adat di setiap daerah operasinya. Tidak ada insiden pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat adat sepanjang tahun 2015. Perusahaan memelihara hubungan yang baik dengan masyarakat adat, antara lain dengan melibatkan masyarakat adat dalam bisnisnya sebagai pekerja maupun sebagai pemasok bahan baku melalui program PIR-Trans, PIR KKPA, PIR-BUN Plasma, PIR-BUN IGA dan PIR-BUN Swadaya. [G4-HR8]


Peninjauan atau penaksiran terhadap dampak hak asasi manusia dilakukan oleh anak-anak Perusahaan dalam rangka memenuhi berbagai standar yang diikuti oleh Perusahaan seperti: PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) yang diikuti oleh 26 anak perusahaan dan Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang diikuti oleh 35 anak Perusahaan. [G4-HR9]


Tidak ada pengaduan mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemasok serta tidak ditemukan dampak negatif yang signifikan terhadap hak asasi manusia dalam rantai pasokan sepanjang tahun 2015. [G4-HR10,HR11]


Perusahaan menerapkan perlakuan yang setara kepada semua karyawan yang berbeda gender, suku, ras, agama maupun pilihan politiknya. Meskipun pekerjaan di perkebunan masih didominasi oleh kaum pria namun Perusahaan senantiasa membuka kesempatan bagi para perempuan untuk bekerja. Perusahaan memastikan bahwa setiap karyawan mendapatkan penghargaan yang adil berdasarkan pengalaman kerja, kompetensi, beban pekerjaan, tanggung jawab dan prestasinya. Sejauh ini tidak ada pengaduan tentang dampak operasional terhadap hak asasi manusia. [G4-HR12]


PROFIL KARYAWAN DAN DISTRIBUSI

Per tanggal 31 Desember 2015 Perusahaan didukung oleh 36.214 karyawan, 35.689 orang bekerja di perkebunan yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa, 525 orang bekerja di kantor pusat di Jakarta. [G4-LA1]


REMUNERASI DAN TUNJANGAN KARYAWAN

Perusahaan memastikan bahwa pemberian upah dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah. Di Indonesia upah minimum ditentukan oleh pemerintah daerah di masingmasing propinsi yang kemudian menentukan syarat upah minimum di setiap propinsi dan sektor industri. Upah minimum per bulan dapat bervariasi. Menurut peraturan perundangan yang berlaku, jam kerja di Indonesia diatur dalam 40 jam kerja per minggu atau tujuh jam sehari untuk enam hari kerja dan delapan jam kerja sehari untuk lima hari kerja dalam seminggu.


Perusahaan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan prinsip kesetaraan dalam menetapkan remunerasi bagi para karyawan. Perusahaan memastikan bahwa karyawan pria maupun wanita mendapatkan penghargaan yang sama dan adil berdasarkan pengalaman kerja, beban pekerjaan, tanggung jawab, kompetensi, dan kemampuan. [G4-LA13]


Perusahaan patuh pada undang-undang dan peraturan pemerintah mengenai ketenagakerjaan, dengan memberikan upah yang kompetitif kepada karyawan. Selain gaji, terdapat juga tunjangan-tunjangan yang diberikan diantaranya asuransi jiwa, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun untuk karyawan tetap, cuti melahirkan dan tunjangan kelahiran, juga tunjangan duka untuk para karyawan dan keluarga mereka diantaranya bencana alam, kematian, atau kebakaran. Para karyawan yang ditempatkan di perkebunan mendapat tunjangan berupa tempat tinggal dan sekolah gratis sampai jenjang SMP, dimana juga terdapat tempat ibadah, tempat penitipan anak, klinik kesehatan dan dokter tetap, serta fasilitas rekreasi. Perusahaan juga menyediakan beasiswa anumerta bagi anak karyawan yang meninggal sampai dengan tingkat SMA. [G4-LA2]


Perusahaan menjamin setiap karyawan memperoleh hak cuti sesuai dengan peraturan pemerintah. Karyawan berhak atas cuti tahunan selama 12 hari, hak cuti lima tahunan selama 25 hari. Setiap karyawan perempuan memperoleh hak cuti melahirkan selama 3 bulan dan sesudahnya kembali bekerja seperti sebelumnya. [G4-LA3]


Perubahan operasional yang signifikan adalah penerapan mekanisasi dan otomasi dalam upaya mempertahankan daya saing Perusahaan saat ini dan di masa depan. Penerapan mekanisasi dan otomasi berdampak pada beberapa jenis pekerjaan di kebun. Perusahaan menyampaikan pemberitahuan mengenai perubahan ini kepada karyawan dan perwakilan karyawan 1 (satu) bulan sebelum diterapkan. Tidak ada pengurangan karyawan karena penerapan mekanisasi dan otomasi melainkan hanya sebatas pemutasian ke bagian lainnya. [G4-LA4]


KEBEBASAN BERSERIKAT DAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA

Kebebasan berserikat dijamin oleh Perusahaan dan setiap karyawan bebas untuk menjadi anggota serikat pekerja di perusahaan tempat mereka bekerja. Perusahaan memiliki 43 anak Perusahaan yang masing-masing memiliki serikat pekerja. Setiap anak Perusahaan mempunyai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dibuat dan disepakati bersama serikat pekerja. PKB ini mengatur hubungan kerja karyawan dengan Perusahaan. Semua perubahan yang signifikan atas struktur organisasi dan operasional Perusahaan diumumkan pada seluruh karyawan dengan berbagai cara di antaranya: email, surat dan pada papan pengumuman. [G4-HR4]


PELATIHAN DAN PENDIDIKAN

Perusahaan menyelenggarakan program-program pelatihan yang bertujuan melengkapi karyawan dengan keahlian yang penting untuk mencapai tujuan karir mereka yang sejalan dengan tujuan Perusahaan. Program pelatihan dan pendidikan yang dilaksanakan selama tahun 2015 meliputi ketrampilan manajerial, ketrampilan non teknis dan ketrampilan teknis fungsional yang diselenggarakan bersama fungsi-fungsi yang terkait. [G4-LA10]


Pelatihan dan pengembangan yang bersifat non teknis diselenggarakan secara massal di tahun 2015 adalah pelatihan dengan tema “Soliditas dan Team Work” yang diikuti oleh seluruh karyawan pada level supervisi dan asisten. Selain itu juga ada pelatihan dengan tema “Supervisory for Mandor” yang diikuti oleh seluruh karyawan pada level Mandor Panen, Infield dan Transport. Pelatihan dan pengembangan yang bersifat teknis mengenai proses mekanisasi di perkebunan diselenggarakan secara massal untuk seluruh operator, pemanen dan supervisi. Pelatihan yang dilaksanakan secara massal itu adalah dalam rangka mendukung program mekanisasi. Total jam pelatihan yang diselenggarakan Perusahaan pada tahun 2015 adalah 113.352 jam pelatihan yang diikuti oleh 4.968 karyawan. [G4-LA9]


Perusahaan senantiasa mendorong semangat karyawan untuk berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan mutu pada ajang inovasi Perusahaan yaitu program INNOVAGRO, dengan tema: Value Chain Improvement (VCI), Business Process Improvement (BPI), Quality Control Project (QCP), Quality Control Circle (QCC), dan Suggestion Systems (SS). Program ini diselenggarakan setiap tahun dan telah berhasil mengembangkan ide-ide baru dan meningkatkan kinerja. Melalui INNOVAGRO Perusahaan juga berhasil meningkatkan efektivitas, efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan dengan menggali lebih dalam praktek-praktek terbaik di berbagai bidang operasional dan menerapkannya di seluruh anak Perusahaan melalui program massalisasi hasil inovasi (PROSALINA). [G4-LA10]


PENILAIAN KINERJA

Perusahaan mengadakan penilaian kinerja karyawan secara terjadwal dan dilaksanakan secara teratur dan konsisten, bertujuan untuk mengevaluasi kinerja karyawan, memberikan umpan balik untuk perbaikan atau pengembangan diri dan menetapkan langkah-langkah atau target yang akan dicapai untuk kedepannya, serta mengidentifikasi pelatihan yang relevan untuk perbaikan kinerja karyawan. Setiap karyawan memiliki sejumlah tujuan dan indikator performa, yang ditinjau secara berkala setiap tahun. [G4-LA11]


PROGRAM PRA-PENSIUN

Perusahaan menyediakan program pra-pensiun dan pelatihan bagi para karyawan yang memasuki usia pensiun. Perusahaan memastikan bahwa para karyawan pensiun dapat melewati masa transisi dengan baik dari karyawan menjadi wirausaha. Program pra-pensiun di antaranya meliputi seminar kewirausahaan, sesi perencanaan keuangan, dan konseling pra-pensiun yang bekerjasama dengan Dana Pensiun Astra (DPA) [G4-LA13]