Tempat Kerja Yang Aman dan Sehat

KESELAMATAN KERJA

Perusahaan menerapkan kebijakan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LK3) melalui pelaksanaan programprogram Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai upaya nyata untuk meningkatkan keselamatan para karyawan, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat bekerja sekaligus memberikan rasa aman pada seluruh karyawan dan semua pihak yang terlibat dalam proses kerja di Perusahaan. Komitmen ini juga dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan mencantumkan pasal-pasal mengenai K3. [G4-LA8]


Perseroan berupaya meminimalkan terjadinya tindakan yang tidak aman dan meminimalkan kondisi yang tidak aman dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Inspeksi rutin dan perbaikan berkelanjutan dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan keselamatan kerja. Selain itu Perusahaan berupaya agar ketentuan K3 dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua pihak dengan melakukan upaya sebagai berikut:

a. Perusahaan melengkapi sarana dan prasarana keselamatan kerja sesuai dengan hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Sarana prasarana keselamatan kerja tersebut diantaranya: [G4-LA7]

Alat Pelindung Diri untuk setiap personil yang disesuaikan dengan risiko di area kerjanya. Karyawan memperoleh alat pelindung diri yang sesuai dengan risiko dan bahaya di lingkungan kerja.

Rambu-rambu peringatan bahaya dipasang di area strategis sesuai risiko yang ditimbulkan dengan mengacu pada identifikasi bahaya.

Alat Penanggulangan Darurat seperti pompa hidran, alat pemadam kebakaran, mobil pemadam kebakaran dan mobil ambulans.



b. Perusahaan menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran para karyawan akan kesehatan dan keselamatan kerja: [G4-LA9]



Perusahaan secara teratur melakukan sosialisasi keselamatan kerja di seluruh departemen sesuai bahaya dan risiko yang ada. Sosialisasi dilakukan dengan media video keselamatan danapel keselamatan setiap apel pagi.

Perusahaan juga melakukan in class training Keselamatan Kerja serta refreshment training di setiap departemen.

Pelatihan sertifikasi keselamatan kerja.



c. Untuk meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan kerja, Perusahaan melakukan inspeksi dan razia K3 secara rutin untuk mengurangi unsafe condition dan unsafe action. Inspeksi bertujuan mendorong terjadinya perbaikan dan menghilangkan kondisi berbahaya di lingkungan perusahaan, sedangkan razia bertujuan memperbaiki perilaku melalui pemberian sanksi kepada karyawan yang melanggar peraturan keselamatan kerja. Setiap karyawan bisa memberi peringatan kepada pelanggar keselamatan kerja dengan menuliskannya pada kartu keselamatan dan melaporkannya ke bagian keselamatan. Pada tahun 2015 Perusahaan menerbitkan surat teguran kepada 1.260 karyawan yang melanggar peraturan keselamatan, sebanyak 29 orang karyawan menerima surat peringatan dan satu orang menerima pemutusan hubungan kerja.


Perusahaan merawat peralatan pemadam kebakaran (mobil pemadam kebakaran dan alat pemadam api ringan / APAR) agar senantiasa siap dan aman saat dipergunakan, dapat diandalkan serta memenuhi kaidah Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


Suasana apel pagi di perkebunan, para karyawan menerima pengarahan mengenai target pekerjaan dan keselamatan kerja


Perwakilan dari setiap departemen dilibatkan dalam Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Jumlah keterwakilan pekerja dalam P2K3 sesuai dengan jumlah bagian, setiap bagian diwakili minimal 2 personil. Pada tahun 2015 tercatat jumlah wakil karyawan dalam P2K3 adalah sebanyak 1.086 orang. [G4-LA5]


Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberikan penghargaan kepada 4 anak Perusahaan atas prestasi Nihil Kecelakaan sepanjang tahun 2015, terdiri dari: (1) PT Karya Tanah Subur; (2) PT Kimia Tirta Utama; (3) PT Ekadura Indonesia dan (4) PT Pasangkayu.


Antisipasi risiko kebakaran diupayakan dengan menyiapkan peralatan pencegah dan pemadam kebakaran seperti alat pemadan api ringan (APAR) dan mobil pemadam kebakaran yang sesuai standar dengan perawatan secara teratur dan inspeksi berkala untuk memastikan kesiapannya setiap saat apabila diperlukan. Pelatihan pencegahan dan pemadaman kebakaran dilakukan secara teratur untuk meningkatkan kesiap-siagaan setiap personil dalam menanggulangi bahaya kebakaran. Pada tahun 2015, mobil pemadam kebakaran yang selalu siap untuk digunakan pada keadaan darurat berjumlah 40 unit. [G4-LA9]


Perusahaan memiliki kebijakan dalam menangani keadaan darurat, dilandasi oleh kesadaran bahwa Indonesia secara geografis berada pada cincin api Pasifik yang rawan bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan lain-lain. Pedoman yang telah ditetapkan dilengkapi dengan prosedur baku beserta Tim Keadaan Tanggap Darurat (TKTD) yang dibentuk khusus untuk menghadapi keadaan darurat. [G4-LA9]


KESEHATAN KERJA

Perusahaan berupaya meningkatkan kesehatan karyawan dengan mempromosikan kebiasaan kerja yang baik dan memelihara atau meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan kerja. Perusahaan menerapkan berbagai kebijakan untuk mencegah timbulnya penyakit akibat bekerja sekaligus berupaya agar karyawan dan keluarganya senantiasa sehat. Karyawan yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit mendapatkan pengobatan atau perawatan di rumah sakit dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Perusahaan.


Kegiatan promotif dan preventif yang dilaksanakan oleh Perusahaan dirancang sesuai dengan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap karyawan yang dilakukan secara periodik untuk memantau kesehatan karyawan. Dengan demikian kegiatan yang dilaksanakan menjadi lebih efektif dan efisien. Perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara khusus untuk karyawan yang bekerja di area berisiko sesuai dengan risiko yang ditimbulkan. Apabila ditemukan gejala penurunan kesehatan pada ambang batas tertentu, maka karyawan dapat dirotasi di bagian yang tidak berisiko. [G4-LA7]


Program promotif dan preventif yang dilaksanakan pada tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Penyuluhan kesehatan

Penyuluhan kesehatan di lokasi kerja dilaksanakan berdasarkan hasil identifikasi kesehatan kerja, data kunjungan karyawan di Poliklinik dan hasil pemeriksaan kesehatan. Penyuluhan berfungsi membangun kesadaran akan bahaya kesehatan sebagai risiko pekerjaan yang perlu diantisipasi oleh karyawan.

Penyuluhan kesehatan juga dilaksanakan di perumahan, didasarkan 10 penyakit terbesar  dan penyakit menular seperti: (1) Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA); (2) pencernaan (gastritis); (3) kulit; (4) fatigue (otot dan jaringan); (5) gigi dan mulut; (6) diare; (7) THT; (8) cephalgia; (9) mata; dan (10) hipertensi. Penyuluhan kesehatan juga mempromosikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan warga perkebunan. [G4-LA8]




Program Kesehatan Ibu dan Anak, hal ini penting mengingat populasinya yang relatif besar serta kondisi ibu dan anak yang rentan dengan penyakit. Program ini terdiri dari:

o Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)


Perusahaan mengaktifkan kegiatan Posyandu di kalangan karyawan sebagai upaya meningkatkan kesadaran karyawan akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, meningkatkan kesehatan ibu dan anakanak, mencegah timbulnya wabah penyakit serta memberikan pelayanan kesehatan dasar dan keluarga berencana. Pada tahun 2015 Perusahaan membina 351 Posyandu internal, meliputi pembinaan kader, pemberian makanan tambahan dan penyuluhan kesehatan. [G4-LA8]

Pemberian makanan tambahan sebagai salah satu kegiatan Posyandu



o

Tempat Pengasuhan Anak



Tempat Pengasuhan Anak merupakan fasilitas penitipan dan pengasuhan anak yang disediakan Perusahaan untuk karyawan secara gratis bertujuan agar karyawan dapat bekerja dengan tenang tanpa diliputi kekhawatiran akan anaknya. Perusahaan menyediakan 313 unit TPA yang setiap unitnya dikelola oleh pengasuh dan sebagian sudah dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan serta sarana bermain yang sesuai dan aman untuk anak. [G4-LA8]




o

Program Keluarga Berencana (KB)



Perusahaan turut mendukung program Keluarga Berencana bekerjasama dengan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Perusahaan menyediakan klinik untuk melayani karyawan dan masyarakat yang berminat dengan KB. Sebanyak 27 Polibun telah direkomendasikan oleh BKKBN untuk melayani program KB. Pada tahun 2015 perusahaan mendapat apresiasi dari BKKBN sebagai perusahaan yang berkomitmen tinggi dalam program pendukung Keluarga Berencana di tingkat Nasional, Propinsi dan Kabupaten. Program Keluarga Berencana bertujuan membentuk keluarga yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran. Program KB digalakkan oleh pemerintah sejak era 70-an dan sukses dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. [G4-LA8]


Perusahaan melakukan pelayanan kesehatan di tempat kerja dengan menyediakan Poliklinik Kebun (Polibun) dengan bangunan, fasilitas serta layanan yang standar bertujuan mengurangi angka kesakitan dan mengurangi jumlah hari kerja non efektif karyawan karena sakit. Di tahun 2015 Perusahaan memiliki 29 Polibun, dan 8 unit Klinik P3K. Perusahaan memiliki 60 unit mobil ambulans untuk membawa pasien yang mendapat rujukan ke rumah sakit yang telah menjalin kerja sama dengan Perusahaan. Fasilitas kesehatan di Perusahaan didukung oleh tenaga medis profesional yang terdiri dari 24 dokter dibantu oleh 57 bidan dan 81 orang perawat. [G4-LA8]


Tim medis Polibun PT Nirmala Agro Lestari